Profil Universitas Muhammadiyah Maluku Utara


Diberlakukannya UU Nomor 22  Tahun 1999  yang telah direvisi menjadi UU Nomor  32  Tahun  2004 tentang Pemerintah Daerah, menjadikan pemerintah kabupaten/Kota memiliki kewenangan mengelola organisasi masing masing dibidang pemerintahan maupun pendidikan. Tujuan desentralilasi pendidikan adalah meningkatkan pelayanan pendidikan bermutu, relevan dan merata pada masyarakat. Disisi lain pemekaran propinsi Maluku Utara serta kondisi geografis yang  terdiri dari banyak pulau menyebabkan akses masyarakat relatife terbatas, dan diperparah lagi dengan adanya konflik horizontal yang mengakibatkan akses ke pendidikan tinggi banyak menemui kendala. Dari kondisi ini Lahirlah Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) yang didirikan Pimpinan Wilayah muhammadiyah Maluku. Utara Universitas Muhammadiayah Maluku Utara adalah bagian dari Perguruan  tinggi  Muhammadiyah  (PTM)  yang  bergerak  dibidang pendidikan  dan  dakwah  yang dikelolah secara profesional. Sehingga dalam mekanisme penyusunan visi, misi dan tujuan di dasarkan pada asas kebutuhan, kesinambungan dan manfaat.

 

Tim Pendiri diantaranya; Drs. H. Yunus Namsa (Ketua PWM Maluku Utara), Drs. Muin Syafii (Sekretaris  PWM), Drs. Djafar Umar (Ketua Tim), Kasman Hi. Ahmad, S.Ag, (Sekretaris Tim), Herman Oesman S.Sos. (anggota), Agus SB. S.Sos (Anggota), Drs Rusman Soleman, M.Si (Anggota), Mohdar Arif, SH (Anggota) dan Drs  Rusli  Sibua  (Anggota). Tim pendirian  ini  merupakan  hasil  keputusan rapat pleno PWM Maluku utara tanggal 15 Pebruari 2001. Proses pengerjaan pendirian UMMU mulai dari pembuatan proposal pendirian, RIP, Statuta UMMU, serta kurikulum yang dikerjakan kurang lebih tujuh bulan. Peletakan batu pertama dilakukan pada tanggal 21 April 2001. Pada tanggal 23 Juni 2001 diresmikan pembukaan perkuliahan oleh Pj Gubernur Maluku Utara A. Muhyi Effendy.

 

Tanggal 5 Juni 2001, Ketua BPH-UMMU dan Rektor UMMU menerima keputusan MENDIKNAS RI No. 073/D/O/2001,  tentang pendirian dan ijin operasional  untuk  2  program studi yakni Administrasi negara  pada  fakultas  ISIP dan Matematika pada F-MIPA. Proses perkuliahan dimulai pada tanggal 10 September 2001 yang ditandai dengan stadium general oleh M.Dawam Rahardjo yang bertempat kampus Toboko (SMA Muhammadiyah).

 

Pada tahun 2008,  UMMU berkembang dan  memiliki 7 (tujuh) fakultas yang terdiri 14 program studi dan Program Pascasarjana Ilmu Administrasi. Tahun 2011 UMMU telah memiliki 8 (Delapan) fakultas terdiri  16  program  studi. Pada tahun 2005/2006 semua program studi telah terakreditasi dan pada tahun  2010/2011 semua  program studi melakukan reakreditasi. Hasil Reakreditasi oleh BAN-PT terdapat 8 (delapan) program studi memperoleh nilai B, dan 8 (delapan) program studi memperoleh nilai C.

 

Pada tahun 2012 UMMU memperoleh penilaian terbaik dengan berada dalam sepuluh besar di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) oleh PP Dikti Muhammadiyah. Kemudian pada tahun 2014 UMMU memperoleh predikat sebagai perguruan tinggi swasta tersehat dalam penilaian kopertis wilayah XII dan DIKTI,  Hal  ini  dilanjutkan  dengan  pemberian  beasiswa  Bidik  Misi  2014 sebanyak 100 orang mahasiswa.

 

UMMU  dalam  Road  Map  2013-2017   mengembangkan  program-program unggulan  dengan tetap mengacu  pada 7 (tujuh) standar yang tertuang dalam Borang AIPT dan terus memperkuat bidang akademik, jaminan mutu, penelitian dan pengabdian masyarakat, sarana prasarana, mahasiswa dan lulusan, bidang keuangan, kerjasama dan kemitraan serta sumber daya manusia. Pembenahan UMMU akan dilakukan secara terus menerus  menuju universitas mandiri dan profesional sehingga mampu  bersaing  di  tingkat  lokal, regional, nasional dan internasional.

Media :